Advertisements

Mending beli kemasan “asli” atau after market

Belakangan industri otomotif khususnya sparepart mengalami fase kritis identitas. Kemudahan akses informasi menjadikan begitu banyak informasi yang dapat diakses. Mudahnya akses informasi menjadikan sulit membedakan mana barang yang asli mana yang aspal atau kw.

Kemudahan membandingkan harga melalui market place dan ecommerce online memunculkan banyak istilah baru yang membingungkan konsumen. Kadang konsumen hanya berpedoman pada istilah standar. Sekedar pedoman kalau ori itu adalah asli tanpa peduli harga yang wajar.

Istilah ori saat ini mengalami transforasi dan perluasan. Dahulu sparepart hanya dikenal ori/asli dan gbox/genuine box/kw. Istilah ini mengalami perluasa dengan muncul istilah ori super, ori lelangan, original dan banyak lagi. Kadang konsumen lupa dengan kewajaran harga dan cuma terpaku mencari harga termurah.

Logika sederhana, misal disaat kebanyak barang ori asli atau genuine dijual di harga 1jutaan. Kemudian ada 1 atau 2 toko menjual dengan label ori harga yang jauh dibawah itu misal 400ribu. Mari kita berlogika sederhana saja. Sebesar apa importir atau toko tersebut sehingga dia bisa mendapatkan barang yang sama dengan harga hampir dibawah setengah harga dipasaran. Anggap lah toko tersebut sudah besar dan bisa ambil quantity fantastis. Mungkinkah dealer atau atpm menjual dengan harga sampai sejauh itu, 10-20% masih wajar.

Ketimbang barang istilah “ori” yang dijual setengah harga normal. Kami lebih menyarankan barang after market.

Barang after market bukanlah barang palsu/aspal. Tapi produk turunan dengan standarisasi asli tapi kualitas tidak sama 100%. Produk ini muncul dengan brand beragam dan terkadang dealer juga memakai brand tersebut pada produk asli dimobil mereka. Aftermarket muncul untuk menjadi alternatif lebih murah tapi terpercaya.

Beberapa brand seperti Aisin Daikin Hilex KYB adalah aftermarket yang juga digunaka n sebagai barang asli pabrikan.

Ketimbang beli yang “ori” tapi harga tidak wajar, lebih bagus barang aftermarket yang brandnya sudah lumayan terkenal.

After market dengan brand sendiri mempunyai tanggung jawab moral lebih tinggi. Mereka harus menjaga brandnya dan kualitas barang untuk bertahan dipasaran. Menurunkan kualitas akan menyebabkan pasar kecewa dan brand jadi gagal dipasaran. Ini pertaruhan yang tinggi.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisements
Open WhatsApp
Jaya Motor Bukittinggi, Ada yang bisa dibantu?