Fungsi dan Perbedaan Sensor dan Aktuator

Sensor adalah instrumen elektronik yang mampu mengukur kuantitas fisik dan menghasilkan keluaran berupa data. Output dari sensor ini biasanya dalam bentuk sinyal listrik.

Aktuator adalah sebuah peralatan mekanis untuk menggerakkan atau mengontrol sebuah mekanisme atau sistem.

Kedua komponen tersebut bekerja saling keterkaitan dan ECU menjadi jembatan diantaranya. Sensor bertugas membaca kondisi mobil dan melaporkan pada ECU sebagai acuan untuk bagi ECU agar mobil dapat berjalan optimal.

Aktuator mengambil tugas sebagai eksekutor yang melaksanakan perintah ECU. Aktuator bekerja sesuai komposisi yang diperintah ECU hasil dari data laporan sensor.

Ecu modern berorientasi apa optimal, bagaimana mobil dapat menghasilkan tenaga secara ideal dengan konsumsi bbm yang sesuai. Terkada kerusakan sensor menyebabkan mobil kurang tenaga, ini disebabkan ECU berusaha mencari titik optimal diantaranya dengan mengurangi pasokan bbm yang berakibat mobil dapat berjalan tapi tidak bertenaga.

Kerusakan pada sensor tidak langsung terasa. Butuh beberapa waktu sampai ECU tidak mampu lagi mencari titik optimal baru melaporkan jika ada kerusakan dengan menyalakan aktuator check engine.

Lain halnya dengan kerusakan aktuator, aktuator yang bekerja tidak normal saja dapat langsung menyalakan check engine. ECU langsung merasakan masalah jika aktuator tidak bekerja secara optimal sesuai perintah.

Banyak kasus, kerusakan pada sensor memaksa aktuator bekerja melebihi kapasitasnya. Berakibat umur aktuator lebih pendek dan rentan rusak. ECU akan selalu menampilkan log kerusakan pada aktuator karena kerusakan sensor masih bisa ditutupi dengan memaksa aktuator bekerja extra. Ini menjadikan asumsi yang salah bagi pengguna mobil yang berfikir aktuator gampang rusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.